Aku berasal dari keluarga yang dulu sangat bahagia, penuh tawa dan cinta. Ayah dan ibu selalu bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk kami. Kami tinggal di sebuah rumah kecil yang meskipun sederhana, penuh kehangatan dan kasih sayang. Namun, semuanya mulai berubah ketika ayah jatuh sakit.
Awalnya, kami hanya mengira itu adalah sakit biasa, tetapi kemudian dokter memberi tahu bahwa ayah mengidap penyakit yang sangat serius. Keadaan ayah semakin buruk seiring berjalannya waktu. Ibu, yang sudah bekerja sepanjang hari, mulai menghabiskan sebagian besar waktunya merawat ayah. Kami sebagai anak-anak, meskipun merasa khawatir, mencoba untuk tetap tegar dan membantu sebaik mungkin.
Namun, beban yang kami rasakan semakin berat. Ibu mulai kelelahan, dan kami tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu. Meskipun kami berusaha keras, biaya pengobatan ayah semakin meningkat, dan keadaan rumah semakin sulit. Suatu malam, ayah menghembuskan nafas terakhirnya di samping ibu. Kami semua merasa dunia kami runtuh dalam sekejap.
Setelah ayah meninggal, hidup kami semakin sulit. Ibu harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kami, sementara kami harus berjuang di sekolah dan membantu pekerjaan rumah. Terkadang, ada rasa kesepian yang mendalam. Aku merindukan kehadiran ayah yang dulu selalu memberi semangat dan kasih sayang.
Meski begitu, ibu tidak pernah menyerah. Ia terus berjuang untuk kami, meskipun matanya sering tampak lelah. Aku dan saudara-saudaraku berusaha sekuat tenaga untuk mendukung ibu, tetapi rasa kehilangan itu tetap menggores hati kami. Setiap kali aku melihat ibu menangis di malam hari, aku merasa tak bisa melakukan apa-apa untuk menghiburnya.
Kini, meskipun banyak rintangan yang kami hadapi, aku belajar untuk lebih menghargai setiap momen bersama ibu. Kami saling mendukung meskipun rasa kesedihan itu masih ada. Meskipun keluarga kami tidak lagi utuh seperti dulu, cinta dan ikatan yang ada di antara kami tetap menjadi kekuatan yang tak ternilai. Aku tahu, meskipun perjalanan kami penuh dengan air mata, kami akan selalu bersama dan saling menyayangi.